Kosmologi Perempuan Sunda (Studi Gender Dalam Tradisi Lisan dan Tradisi Lakon di Jawa Barat)

Artikel oleh Arthur Supardan Nalan, S.Sen, M.Hum, STSI Bandung

Kata kunci: studi gender

Sumber pengambilan dokumen:

Relasi:

Dibuat: 02 Juni 2010

Abstraksi

Kosmologi Perempuan Sunda (Studi Gender Dalam Tradisi Lisan dan Tradisi Lakon di Jawa Barat)<br />
<br />
Perempuan dalam seni pertunjukan rakyat menunjukan bahwa mereka memiliki posisi, peranan dan fungsi geder perempuan menjadi ordinat, bukan subordinat. Dalam tradisi lisan dan tradisi lakon di Jawa Barat, perempuan merupakan orang yang "pertama" dan "utama", perempuan merupakan orang yang disakralkan dan juga kesakralannya, perempuan merupakan sosok populis dan dramatis.<br />
Perempuan-perempuan dalam tradisi lisan dan tradisi lakon Jawa Barat yang mewakili fungsi gender sebagai ordinat, di antaranya Sunan Ambu, Nyi Pohaci atau Sanghyang Sri Rumbiyang Jati, Nyai Puun Pumamasari, Nyi Dewi Kembang Samboja, Dayang Sumbi, Purbasari, Diah Pitaloka, Ny ai Rambut Kasih, Nyi Mas Gandasari dan masih banyak lagi. (2000)<br />


n/a

Hak Cipta

Copyright (c) 2001 by Perpustakaan STSI. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

herry_erawan@stsi-bdg.ac.id